Jumlah Pengunjung Kota Tua Jakarta Barat Merosot Drastis

oleh -118 Dilihat
oleh

Jumlah Pengunjung Kota Tua Jakarta Barat Merosot Drastis

Majalah Jakarta Barat – Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Kota Tua Jakarta tercatat mengalami penurunan yang sangat signifikan. Pada Minggu (24/8), kawasan bersejarah yang biasanya menjadi magnet wisata itu masih mampu menarik 7.480 pengunjung, terdiri atas 7.180 wisatawan domestik dan 270 wisatawan mancanegara. Namun kini, angka tersebut merosot tajam akibat situasi yang belum kondusif di sejumlah titik di Jakarta.

Penurunan aktivitas wisata tidak hanya terlihat dari sepinya pengunjung, tetapi juga dari keputusan sejumlah museum dan ruang publik di kawasan Kota Tua yang memilih menutup sementara operasionalnya. Kebijakan ini dilakukan demi memastikan keamanan pengunjung dan pegawai, seiring meningkatnya eskalasi aksi demonstrasi di beberapa wilayah ibu kota.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melaporkan bahwa area-area yang menjadi pusat konsentrasi massa demonstrasi telah selesai dibersihkan dalam waktu singkat. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan pihaknya langsung menerjunkan kekuatan penuh untuk menangani timbunan sampah pascaaksi.

“Seluruh lokasi sudah kita bersihkan secara tuntas. Namun petugas kami tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sampah susulan,” ujar Asep. Ia menegaskan bahwa respon cepat ini penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik, bukan hanya bagi warga Jakarta tetapi juga bagi wisatawan yang kebetulan berada di area tersebut.

Dalam operasi kebersihan tersebut, DLH meningkatkan jumlah personel dari yang semula direncanakan 1.150 orang menjadi 1.325 petugas. Langkah ini diambil mengingat tingginya volume sampah yang harus ditangani dalam waktu terbatas. Para petugas dibantu oleh 51 unit penyapu jalan (road sweeper), 70 truk sampah, serta 49 mobil lintas pengangkut sampah untuk mempercepat proses pembersihan di berbagai titik.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh di lima wilayah administrasi Jakarta, dengan penekanan pada jalan-jalan utama, kawasan protokol, dan ruang publik yang menjadi lokasi utama unjuk rasa. DLH juga memastikan bahwa pola pembersihan dilakukan secara berlapis, mulai dari penyapuan manual, penyedotan lumpur dan debu, hingga pengangkutan sampah ke fasilitas pengolahan.

Meski kawasan Kota Tua kini relatif bersih, aktivitas wisata belum pulih sepenuhnya. Sejumlah pelaku usaha, pedagang, penyedia jasa wisata, dan pengelola museum berharap kondisi segera stabil agar kawasan itu kembali dipadati wisatawan seperti biasanya. Mereka menilai, Kota Tua tidak hanya menjadi ikon sejarah Jakarta, tetapi juga nadi perekonomian warga yang bergantung pada sektor pariwisata.

Dengan penurunan jumlah kunjungan yang begitu drastis, pemulihan aktivitas wisata ke depan bergantung pada stabilitas situasi di lapangan serta langkah-langkah antisipatif pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan warga.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.