,

Polisi Tetapkan Ayah Tiri sebagai Tersangka Pembunuhan Alvaro

oleh -107 Dilihat

Majalah Jakarta Barat Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya terungkap. Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa bocah tersebut tewas dibunuh oleh ayah tirinya sendiri. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Polisi Tetapkan Ayah Tiri Alvaro Sebagai Tersangka | kumparan.com
Polisi Tetapkan Ayah Tiri sebagai Tersangka Pembunuhan Alvaro

Pelaku Ditangkap, Kerangka Korban Ditemukan

Kombes Nicolas menyatakan bahwa penyidik telah mengamankan pelaku setelah rangkaian penyelidikan yang mengarah kuat pada keterlibatannya. Dari hasil pemeriksaan mendalam, polisi menemukan kerangka manusia di sebuah lokasi yang selama ini dicurigai sebagai tempat pembuangan korban.

“Pelaku sudah kami amankan. Pada pemeriksaan lanjutan, diperoleh temuan berupa kerangka yang diduga kuat merupakan Alvaro,” ujar Nicolas.

Lokasi penemuan kerangka masih dirahasiakan oleh penyidik untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi memastikan proses identifikasi dilakukan dengan prosedur ilmiah yang ketat.

Baca Juga : Marak tawuran di Cengkareng, Jakbar gelar “Ngopi Cetar”


Tes DNA untuk Pastikan Identitas Korban

Meski temuan kerangka telah menguatkan dugaan pembunuhan, polisi tetap mengambil langkah verifikasi melalui tes DNA. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium forensik untuk memastikan kecocokan identitas dengan data biologis Alvaro.

“Untuk memastikan identitas, kami lakukan pembandingan DNA dengan pihak keluarga. Ini prosedur wajib dalam penanganan kasus seperti ini,” jelas Nicolas.

Hasil tes DNA menjadi langkah final sebelum polisi menyusun berkas dakwaan lengkap terhadap pelaku.


Motif dalam Penyelidikan, Polisi: “Berencana atau Spontan?”

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Penyidik mengkaji apakah tindakan pelaku dilakukan secara terencana atau spontan.

Kombes Nicolas menegaskan bahwa seluruh kemungkinan tengah dibuka, termasuk adanya indikasi kekerasan dalam rumah tangga atau faktor tekanan emosional.

“Motif belum bisa kami sampaikan secara detail. Penyidikan terus berjalan untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan,” katanya.


Pemerintah dan Aktivis Anak Desak Penegakan Hukum Tegas

Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan orang terdekat sebagai pelaku. Sejumlah pegiat perlindungan anak mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara tegas.

Polisi memastikan bahwa pasal berlapis terkait pembunuhan dan kekerasan terhadap anak akan diterapkan. Pelaku terancam hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.